Tuban, kota kecil di pesisir utara Jawa Timur ini, belakangan makin greget. Bukan cuma soal legenda Wali Songo-nya, tapi juga karena denyut industrinya yang mulai menggeliat. Kawasan industri seluas 50.000 hektar yang tersebar di 10 kecamatan, plus kehadiran PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Remen, Kecamatan Jenu — itu semua tanda bahwa Tuban sedang bersiap melompat.

Tapi, pertanyaannya: apakah sekolah-sekolah Islam di Kecamatan Jenu sudah siap menyambut era ini?

SMA Manbail Huda Jenu — salah satu sekolah Islam di Kecamatan Jenu, Tuban

Gambaran Kecamatan Jenu: Antara Pesantren dan Industri

Kecamatan Jenu adalah kecamatan paling utara di Kabupaten Tuban, terletak di Tanjung Awar-Awar. Dari 17 desa yang ada, mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani dan wiraswasta. Tapi yang menarik, di desa Remen, Jenu, berdiri PT TPPI — sebuah perusahaan petrokimia raksasa yang jadi salah satu pilar industri di Tuban.

Di sisi lain, Jenu juga punya tradisi pendidikan Islam yang kuat. Ada MA Manbail Futuh di Beji yang sudah berdiri sejak 1980, SMA Manbail Huda di Kaliuntu, SMK Manbail Futuh, dan beberapa MTs seperti MTs Al Hidayah, MTs Hidayatul Mutadiin, MTs Miftahul Huda, serta MTs Manbail Huda. Jumlahnya nggak sedikit untuk ukuran kecamatan.

Lucune… di satu sisi kita punya kilang minyak dan kawasan industri raksasa. Di sisi lain, anak-anak muda Jenu masih banyak yang belajar kitab kuning dan ngaji di pondok. Perpaduan yang unik, tapi juga penuh potensi.

Era AI dan Industrialisasi: Kenapa Ini Penting untuk Siswa Sekolah Islam?

Menurut data Wikipedia, sektor perekonomian utama Kabupaten Tuban adalah perdagangan (Rp3 triliun), industri pengolahan (Rp2,9 triliun), dan pertambangan (Rp1,8 triliun). Angka-angka ini menunjukkan bahwa industri dan teknologi adalah masa depan Tuban.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan sudah mulai mendorong integrasi AI dalam kurikulum. Banyak riset bilang bahwa di tahun 2025-2030, kecerdasan buatan (AI) akan mengubah cara kita bekerja. Profesi yang dulu dianggap aman, sekarang mulai terusik. Bahkan lapangan kerja di sektor industri tubingan — dari operator produksi sampai teknisi — juga mulai tersentuh otomatisasi.

Nek menurutmu piye… ini tantangan atau peluang buat sekolah-sekolah Islam di Jenu? Jawabannya: dua-duanya.

3 Hal yang Bisa Dilakukan Sekolah Islam di Jenu untuk Menyambut Era AI

1. Bekali Siswa dengan Literasi Digital dan AI Sejak Dini

Sekolah Islam di Jenu — baik itu SMA Manbail Huda, MA Manbail Futuh, maupun SMK Manbail Futuh — bisa mulai mengenalkan dasar-dasar AI kepada siswa. Bukan berarti harus jadi programmer, tapi setidaknya paham konsepnya. AI literacy sekarang sama pentingnya dengan kemampuan baca-tulis-hitung.

Bayangkan, siswa SMA Manbail Huda yang setiap hari belajar agama di Kaliuntu, juga paham cara menggunakan AI untuk riset, bikin presentasi, atau bahkan coding sederhana. Itu bisa jadi nilai jual luar biasa ketika mereka lulus dan bersaing di dunia kerja.

2. Jembatani Pendidikan Agama dengan Kebutuhan Industri Lokal

PT TPPI di Remen butuh tenaga kerja. Kawasan industri Tuban seluas 50.000 hektar butuh ribuan pekerja. Sekolah-sekolah Islam di Jenu bisa menjadi pemasok utama — bukan cuma tenaga kerja biasa, tapi tenaga kerja yang berakhlak, disiplin, dan punya foundation agama yang kuat.

Program magang atau kunjungan industri ke PT TPPI bisa jadi langkah awal. Atau, kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Disnaker untuk program link and match antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri.

3. Kembangkan Soft Skills yang Nggak Bisa Digantikan AI

Ini mungkin keunggulan utama sekolah Islam. AI sehebat apa pun nggak bisa menggantikan empati, akhlak, leadership, dan kemampuan interpersonal yang justru ditanamkan di pesantren dan madrasah.

Santri di MA Manbail Futuh yang terbiasa hidup mandiri, disiplin sholat berjamaah, dan punya jiwa sosial tinggi — itu adalah soft skills langka yang dicari industri. Tinggal dibungkus dengan kemampuan teknis dan literasi digital yang memadai.

Potensi Besar di Bumi Wali

Kecamatan Jenu punya segalanya: tradisi pesantren yang kuat, sekolah Islam yang tersebar di berbagai desa, industri petrokimia di Remen, dan akses ke kawasan industri Tuban yang makin meluas. Ini bukan sekadar peluang — ini momentum yang nggak boleh dilewatkan.

Kalau sekolah-sekolah Islam di Jenu bisa memadukan pendidikan agama dengan kesiapan menghadapi era AI dan industrialisasi, maka lulusan mereka akan menjadi generasi emas yang dicari di mana-mana. Nggak cuma di Tuban, tapi di seluruh Indonesia.

Yang diperlukan adalah niat, inovasi, dan sedikit keberanian untuk berubah. La piye… zaman memang terus bergerak. Tapi selama kita siap, insyaallah semua bisa dijalani dengan SAE.

Hidup itu seperti industri — perlu adaptasi biar tetap produksi. Pendidikan itu seperti AI — perlu data biar makin cerdas. Tapi akhlak… itu tetap jadi milik manusia, nggak bakal bisa digantikan mesin. 😊

Sumber Referensi